Minggu, 11 Agustus 2013

Kalimat Sungkeman Adat Jawa Idul Fitri

,
Sebelumnya mas Nicko mengucapakan selamat Idul Fitri 1 syawal 1434 H. Taqobbalaahu minna wa minkum, mohon maaf atas segala khilaf yang selama ini pernah terucap, atau tingkah laku saya yang pernah menyinggung perasaan baik sengaja maupun tidak disengaja. Tolong dimaafkan ya..

Berkenaan dengan hari raya idul fitri tersebut, banyak sanak saudara yang saling mengunjungi untuk saling bersilaturahim dan bermaaf - maafan, dan tak terkecuali bagi saya. Dalam adat jawa, tradisi sungkeman masih merekat kuat pada saat berkunjung ke rumah saudara (yang lebih tua) dan mengucapkan kalimat atau kata - kata sungkeman dengan menggunakan bahasa jawa yang halus sebagai tanda permohonan maaf yang tulus dari dalam hati.

tradisi sungkeman jawa
Tradisi sungkeman adat Jawa
Bagi sebagian orang yang sudah biasa, mungkin tidak akan kesulitan untuk mengucapkan kalimat sungkeman kepada ayah, ibu, saudara, paman, bibi, nenek, ataupun kakek. Tetapi bagi anak muda jaman sekarang terkadang sudah mulai jarang diajarkan bagaimana melafalkan atau mengucapkan kata - kata sungkeman yang baik dan benar. Apalagi bagi orang luar daerah pulau Jawa yang mendapatkan suami atau istri orang Jawa, tentu harus menyesuaikan adat istiadat setempat bukan?

Berikut adalah kalimat atau kata - kata sungkeman pada saat idul fitri sebagai tanda permohonan maaf yang telah disusun agar menjadi baik dan benar. Pertama yang muda mengucapkan kalimat berikut sambil menyalami kepada yang tua dengan kedua belah tangan dan menundukkan kepala

Kula sowan wonten ing ngarsanipun Ibu
Sepisan, caos sembah pangabekti
mugi katur ing ngarsanipun Ibu
Ongko kalih, mbok bilih wonten klenta-klentunipun
atur kula saklimah
tuwin lampah kula satindak
ingkang kula jarag lan mboten kula jarag
ingkang mboten ndadosaken sarjuning panggalih
Mugi Ibu kersa maringi gunging
samodra pangaksami
Kula suwun kaleburna ing dinten riyadi punika
Lan ingkeng putra nyuwun
berkah saha pangestu

Kata ibu bisa diganti dengan kata bapak, pakde, budhe, simbah, dsb tergantung kepada siapa sungkeman itu ditujukan. Selanjutnya berikut adalah kalimat atau kata - kata jawaban saat sungkeman sesuai tradisi jawa yang baik dan benar:

Semono uga aku, wong tuwa
uga akeh klera-klerune
Kowe uga ngagungna pangapura
Ora luwih, kowe bisaa
kabul kang dadi ancas
lan dadi gegayuhanmu
Ora luwih, aku wong tuwa
mung bisa ndedonga marang Pangeran
Iya, kowe dak pangestoni

Setelah itu yang muda cukup mengucapakan : "matur sembah nuwun ibu" dan acara sungkeman selesai. Biasanya dilanjutkan dengan saling berpelukan atau cipika cipiki. Setelah itu basa basi sedikit lalu menikmati hidangan di rumah tuan rumah.

Demikian sedikit pengetahuan saya tentang kata - kata yang harus diucapkan saat sungkeman dengan menggunakan tradisi jawa. Semoga bermanfaat bagi kita semua terutama bagi orang jawa ataupun yang mau punya calon orang jawa.. Silahkan baca juga contoh SMS ucapan lebaran yang Gokil abiZz..
Ditulis oleh: Nicko Rh

0 komentar to “Kalimat Sungkeman Adat Jawa Idul Fitri”

Posting Komentar

Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejak :)